Buserkriminal.id. Tebingtinggi/Sumut

Pembangunan tembok penahan air di Lingkungan 1, Kelurahan Rantau Laban Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi Sumut, tepatnya di pinggir perkebunan sawit, Tebing diduga asal jadi, Minggu 16 Juni 2024.

Dalam pantauan awak media buserkriminal.id. bersama beberapa media lain di lokasi proyek pada Kamis, 29 Mei 2024, ditemukan pengerjaan tidak dengan standar proyek. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai standar pengerjaan proyek infrastruktur di Kota Tebing Tinggi.
Sebab, penggunaan adonan semen dengan perbandingan 1:4.

Adapun dalam pembangunan proyek penahan air dianggap tidak sesuai dengan standar, yang seharusnya lebih kuat untuk menahan tekanan air.
Justru ditemukan bahwa proses pengecoran semen dalam perbandingan 1:4, dan yang lebih aneh nya lagi,…dalam pengecoran air tidak di kering kan terlebih dahulu. Hal ini dapat mengurangi kekuatan dan daya tahan tembok penahan air, sehingga berpotensi menimbulkan bahaya di kemudian hari.

Pada saat konfirmasi di lapangan awak media bertanya pada seseorang pekerja, lalu pekerja tersebut menunjukan kearah seorang dan berkata bapak itu bang,.. yg berhak memberikan keterangan, ucap pekerja tersebut.

Lalu awak media pun mendatangi bapak yang di maksud pekerja… tersebut,.. selamat sore pak perkenal kan pak,…kami dari media buserkriminal.id. dan rekan saya yang ini dari media Teritorial24.com,dan Bidik kasus,com dan saya dari Cakrawalanusantara.id ,ucap salah satu media kepada Syahril yang mengaku dirinya pegawai yang ditugaskan bertugas sebagai pengawas proyek dari Dinas PU Kota Tebingtinggi Sumut.

Dalam percakapan dengan Syahril, terungkap bahwa adonan semen yang digunakan untuk proyek ini memiliki perbandingan 1:4.
Ketika ditanya mengenai hal ini, Syahril menyatakan bahwa semua pengerjaan proyek tembok penahan air di Kota Tebingtinggi memang menggunakan campuran semen dengan perbandingan 1:4.

Untuk mengklarifikasi temuan ini, wartawan meminta tanggapan dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Kota Tebing Tinggi, Reza.,…melalui via pesan WA tidak di balas dan telpon yang dilakukan pada tanggal 13, 14, 15 Juni tidak diangkat. lalu awak media mencoba mendatangi kantor PU ingin bertemu langsung dengan Reza selaku Kadis PU, harapan awak media tersebut sia sia belaka, bapak lagi keluar pak,… ucap salah satu pengawai yang didapatkan di kantor tersebut.

Adapun pesan WA yang dikirimkan awak media,…. Apakah benar bahwa standar pengerjaan proyek tembok penahan air di Kota Tebing Tinggi menggunakan adonan semen dengan perbandingan 1:4 ? Selain itu, apakah prosedur pengecoran tanpa pengeringan yang memadai memang sudah sesuai dengan standar operasional?

Kepala Dinas PU Kota Tebing Tinggi, Reza belum berhasil dikonfirmasi belum. Diharapkan Kadis dapat memberikan penjelasan mengenai standar pengerjaan yang benar serta tindakan yang akan diambil untuk memastikan kualitas dan keamanan proyek tembok penahan air di wilayah ini.
Jawaban dan tindakan dari Kadis PU sangat dinantikan oleh masyarakat yang khawatir akan keamanan proyek infrastruktur di kota mereka.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk terus mengawasi pelaksanaan proyek-proyek pemerintah guna p bahwa semua pekerjaan dilakukan sesuai dengan standar yang ditetapkan demi keselamatan dan kesejahteraan bersama,” ujar seorang warga di sana. Hingga berita ini dinaikan kadis PU Kota Tebingtinggi Sumut tidak bisa dimintai keterangan. (Iriadi).

Bagikan :